Agenda Terbaru

Selamat Datang Sahabat
KONDISI PMII MIRIP DENGAN NU TAHUN 1973 PDF Print E-mail
Written by hilal   
Monday, 06 July 2009 16:55

NU-ONLINE, 12/05/2009

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dideklarasikan pada 17 April 1960, dimotori oleh kalangan muda NU yang tergabung dalam Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Waktu itu mahasiswa NU sudah tidak nyaman di IPNU. Mungkin karena mereka sudah tidak berstatus pelajar lagi. Sementara organisasi kemahasiswaan yang ada tidak cukup bisa menjadi saluran aspirasi mahasiswa NU. Maka melalui proses yang berliku, terbentuklah PMII.

Said BudaeryNamun pada 14 Juli 1971 melalui Deklarasi Murnajati PMII mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun, termasuk NU. Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Inilah fase baru keterkaitan PMII dengan NU. PMII sudah bukan kepanjangan tangan NU; sudah tidak berkantor di PBNU. Hubungan PMII dan NU hanya sebatas kultural saja. Ada banyak sebab waktu itu, termasuk ketidakjelasan NU apakah sebagai ormas, atau partai politik. PMII tidak betah dengan itu. Sementara Orde Baru juga mulai melokalisir gerakan kemahasiswaan di dalam kampus masing-masing.

Masih dalam suasana peringatan hari lahir ke-49 PMII kemarin, A. Khoirul Anam dari NU Online dan Hamzah Sahal dari PP Lakpesdam NU sempat berbincang dengan salah seorang pendiri PMII M. Said Budairy di rumahnya Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5). Said Budairy (73) adalah salah satu dari 13 tokoh mahasiswa dalam IPNU yang merintis pendirian PMII. Ia juga salah satu dari 3 orang perwakilan yang menghadap Ketua Umum PBNU KH Idham Kholid melaporkan rencana pendirian organisasi mahasiswa NU ini. Pada saat PMII dideklarasikan, Said Budairy menjabat sebagai sekretaris umumnya.
Last Updated ( Tuesday, 07 July 2009 19:53 )
Read more...
 
NIGHTMARE PDF Print E-mail
Written by Indiego Nusa Antara   
Tuesday, 30 June 2009 17:30

Siapapun pernah mengalami Mimpi buruk, dan beberapa orang akan terpengaruh untuk selamat dari apa yang terjadi dalam Mimpi buruknya.

Ketika Fir’aun bermimpi akan lahir seorang lelaki yang kelak dewasa akan menenggelamkan kekuasaannya, serta-merta ia mengalami perasaan takut yang kuat. Bagaimana tidak, kerajaan yang dititahnya sedang mengalami masa keemasan dengan rakyat yang demikian loyal kepadanya akan melahirkan seorang pemberontak dan oposisi. Lama berpikir tentang Mimpi buruk (minimal bagi Fir’aun sendiri) tentang runtuhnya kerajaan sebab seorang bayi laki-laki itu tidak membuatnya semakin obyektif, malahan timbul rasa takut. Seorang pemangku kerajaan yang tidak pernah gentar menghadapi musuh balatentara yang besar di medan perang sedang menghadapi perang melawan rasa takut sebab mimpi buruk. Ongkos yang diperlukan demi mengalahkan rasa takut sang Raja adalah pengerahan seluruh intel kerajaan untuk mencari dan membunuh anak laki-laki yang lahir dari rahim rakyatnya. Disebarlah pengumuman bahwa Raja Fir’aun anti dengan anak laki-laki, karenanya setiap anak laki-laki yang lahir setelah pengumuman ini akan dibunuh (kira-kira pamfletnya demikian).

Secara konvensional, mimpi yang menyebabkan pemimpinya takut disebut mimpi buruk. Ketakutan ini paling tidak disebabkan oleh sebuah tragedi yang terjadi dalam mimpi, dan pemimpinya terlibat dalam tragedi itu secara langsung. Namun mimpi yang demikian, bagi beberapa orang tidak membuat rasa takutnya berlarut hingga pemimpinya sadar. Adapula sebuah mimpi (tidak selalu tragedi) yang ketika ditafsiri akan membuat takut pemimpinya meski ia sadar tidak tidur. Mimpi Fir’aun di atas adalah contoh mimpi buruk yang membawa ketakutan hingga pemimpinya sadar dari tidur.
Last Updated ( Tuesday, 07 July 2009 19:53 )
Read more...